Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump mengatakan China melanggar perjanjian dengan AS
Friday, 30 May 2025 20:24 WIB | ECONOMY |

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat(30/5) menuduh China melanggar perjanjian perdagangan baru-baru ini, hanya beberapa minggu setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata sementara yang bertujuan untuk meredakan ketegangan.

Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump menulis: "China, mungkin tidak mengejutkan bagi sebagian orang, TELAH BENAR-BENAR MELANGGAR PERJANJIANNYA DENGAN KAMI."

Ia menambahkan: "Begitulah seharusnya menjadi Tn. ORANG BAIK!"

Trump mengatakan kesepakatan itu telah dicapai untuk mencegah kemerosotan ekonomi lebih lanjut di China setelah tarif pemerintahannya mulai berlaku.

"Pada dasarnya, kami melakukan COLD TURKEY dengan China, dan itu sangat menghancurkan bagi mereka," katanya dalam posting tersebut. "Saya membuat PERJANJIAN CEPAT dengan China untuk menyelamatkan mereka dari apa yang saya pikir akan menjadi situasi yang sangat buruk, dan saya tidak ingin melihat itu terjadi."

"Semuanya dengan cepat menjadi stabil dan China kembali berbisnis seperti biasa." Namun, ia mengklaim China kini telah melanggar perjanjian tersebut.

Awal bulan ini, AS dan Tiongkok sepakat untuk mengurangi atau menangguhkan beberapa tarif, dengan AS menurunkan bea masuk atas impor Tiongkok dari 145% menjadi 30% dan Tiongkok memangkas tarif balasannya dari 125% menjadi 10%.

Perjanjian tersebut juga mencakup penangguhan tarif tambahan selama 90 hari hingga 14 Mei.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox News pada hari Kamis bahwa pembicaraan perdagangan telah menjadi "sedikit macet" dan mungkin memerlukan keterlibatan lebih lanjut dari para pemimpin nasional.

Ia menambahkan bahwa ia mengharapkan lebih banyak pembicaraan dalam beberapa minggu mendatang dan tidak menutup kemungkinan adanya panggilan telepon antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (zif)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS